Memerangi Covid-19 dengan Berwudhu

Oleh: Djoko Tetuko

Bilal bin Rabah radhiyallahu 'anhu adalah salah satu sahabat Nabi mendapat jaminan masuk surga, bahkan ketika masih hidup terompah atau sandal Bilal sudah terdengar di surga.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengabarkan bahwa suara sandal Bilal terdengar di surga, padahal waktu itu Bilal masih hidup di dunia.
Apa amal istimewa Bilal hingga mendapat jaminan masuk surga seperti itu?

Rasulullah sendiri langsung menanyakan pada muadzin mulia ini.
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu meriwayatkan dialog Rasulullah dengan Bilal.

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepada Bilal, 'Hai Bilal, katakanlah amal yang sangat kau pentingkan selama memeluk Islam karena aku mendengar bunyi sandalmu di hadapanku di surga.'

Bilal menjawab, 'Tidak ada satu pun amal yang lebih saya utamakan daripada mengerjakan wudhu baik ketika malam maupun siang. Kemudian saya mengerjakan sholat setelah wudhu semampu saya." (HR. Bukhari)".

Inilah amal rahasia Bilal, yakni menjaga wudhu. Setiap kali wudhunya batal, Bilal buru-buru mengambil wudhu dan kemudian mengerjakan sholat ba'dal wudhu. Rupanya menjaga wudhu dan sholat ba'dal wudhu ini sangat dicintai Allah hingga Bilal pun mendapat jaminan masuk surga.

Para ulama menjadikan hadits ini sebagai dalil salah satu keutamaan wudhu. Sekaligus menjadikan dalil bahwa wudhu setiap kali batal hukumnya sunnah.

Keutamaan wudhu.
Pertama, memelihara kesehatan jasmani agar senantiasa segar dan sehat. Langkah-langkah yang harus ditempuh untuk diantaranya dengan menjaga kebersihan jasmani.

Kebersihan menjadi pangkal pokok kesehatan. Dan disinilah terletak salah satu rahasia atau hikmahnya berwudlu. Maka Islam mewajibkan setiap orang yang hendak shalat membersihkan tubuh terlebih dahulu, yaitu mencuci muka, membasuh tangan, sebagian kepala, dan seterusnya. Hal itu harus dilakukan secara tertib dan kontinyu.

Prof Dr Jamieson, seorang pakar kesehatan dari Jerman mengatakan bahwa mencuci badan dan mandi sangat menguntungkan, bukan saja untuk membersihkan, tetapi juga menguatkan kulit dan menyegarkan badan serta merangsang alat- alat pencernaan dalam pertukaran-pertukaran zat.

Menguatkan kulit sangatlah penting, karena dapat menghindarkan sejumlah penyakit seperti salesma atau pilek, radang kerongkongan, batuk, radang paru-paru, radang selaput paru-paru, TBC dan lain sebagainya.

Satu-satunya cara untuk menguatkan kulit adalah setiap hari adalah membasahi atau membasuh kulit badan dengan air dingin.

Keutmaan berwudhu lainnya. Kedua, memelihara pikiran dan akal, serta ketiga, memelihara akhlak atau moral. Akhlak atau budi pekerti itu adalah ajaran Islam paling mendasar. Termasuk di antara tiga kerangka pokok dasar ajaran Islam (aqidah, syari'ah, dan akhlak).

Salah satu keistimewaan berwudhu sebagaimana sabda
Nabi Muhammad SAW M, yaitu dihapus kesalahan dan diangkat derajatnya.
"Maukah kalian aku tunjukkan atas sesuatu yang dengannya (dengan berwudhu) Allah akan menghapus kesalahan-kesalahan dan mengangkat derajat?" Mereka menjawab, "Tentu, wahai Rasulullah."
Beliau bersabda, "Menyempurnakan wudhu pada keadaan yang dibenci (seperti pada keadaan yang sangat dingin), banyak berjalan ke masjid, dan menunggu shalat berikutnya setelah shalat. Maka itulah ribath, itulah ribath." (HR. Muslim).

Keistimewaan berwaudhu lain ialah tidur hamba Allah akan dijaga melaikat. Sebagaimana
Ibnu Abbas RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci (bewudlu/punya wudlu) kecuali malaikat akan tidur pada selimutnya ( untuk menemaninya) dan tidak akan meninggalkannya sepanjang malam kecuali malaikat tersebut berkata "Yaa Allah.. ampunilah hambaMu ini karena ia tidur dalam keadaan suci (HR.Thobroni).
Wallahu A'lam Bishawab

Memerangi Covid-19 Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo Kabupaten Situbondo Jawa Timur, Gus Husnan, mewajibkan semua tamu yang berkunjung ke Ponpes harus berwudhu dulu sebelum masuk areal Ponpes.

Sementara pemeriksaan seperti cek suhu badan, cuci tangan dengan sabun, memakai masker dan jaga jarak, tetap dijalankan sesuai anjuran Pemerintah sesuai Prokes (protokol kesehatan) secara ketat.

Hal ini untuk menjaga agar lingkungan ponpes tetap stiril dan tidak terkontaminasi ganasnya Covid-19 mengingat jumlah santri yang mencapai ribuan. Menurur Gus Husnan saat menerima kunjungan silaturahim Sekretaris PMI Jawa Timur Dr. Edy Purwinanto dan bidang Humas, di Ponpes Walisongo, Rabu (22/12/2020), yang juga harus bertamu dengan berwudhu.

Memerangi Covid-19 dengan Prokes ketat, juga mensyaratkan tamu berwudhu ialah proses penanganan dan pengendalian virus Corona secara Islami, akan menemukan keistimewaan dalam proses penyembuhan penyakit, termasuk Corona Virus Disease 2019 dan mutasi dari virus Corona.


Terkini

Jangan Lewatkan