PMI Provinsi Jawa Timur Berikan Bantuan Korban Gempa Bumi

MALANG (PMIJawaTimur.com) - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Malang, Sabtu tanggal 10 April 2021 pukul 14.00 WIB, dengan kekuatan gempa sebesar M6,7 gempa terjadi selama 37 detik. Gempa berpusat di 8.95 LS dan 112,48 BT, atau 90 km barat daya Kabupaten Malang dengan kedalaman 25 km. Getaran akibat gempa dirasakan hampir semua wilayah Provinsi Jawa Timur, dampak dari kejadian tersebut, banyak bangunan tempat tinggal, sekolah dan fasilitas umum lainnya yang mengalami kerusakan sehingga membutuhkan penanganan kedaruratan.

Akibat gempa bumi tersebut dibeberapa wilayah Kabupaten Lumajang, Kab. Malang, Kota Blitar, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Tulungagung mengalami kerugian kerusakan rumah berat sebanyak 796 unit, sedang 1.056 unit, dan ringan 1.597 unit serta fasilitas umum sebanyak 252 unit, sedangkan korban terdampak berjumlah 3.370 KK dengan 16.850 jiwa, 8 orang meninggal dunia dan 30 mengalami luka juga 1.788 jiwa mengungsi di tempat yang aman. Melihat hal tersebut PMI langsung menurunkan 296 personil tim sukarelawan dalam memberikan penanganan korban bencana alam, juga membuka dapur umum dengan menyediakan 3.209 nasi bungkus serta memberikan pertolongan pertama pada korban gempa bumi.

Pada tanggal 12 April 2021 PMI Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan ke empat daerah, antara lain Kab. Malang, Lumajang, Kab. Blitar dan Tulungagung. Bantuan tersebut berupa Hygiene Kit, Family kit, tarpaulin, baby kit, dan selimut lurik.
Selain pemberian bantuan, Pengurus PMI Provinsi Jawa Timur meninjau langsung lokasi bencana di empat Kabupaten yaitu Kab. Blitar, Lumajang, dan Kab. Malang, Tulungagung.

"Dalam pemberian bantuan selanjutnya kita akan menunggu informasi atau permintaan dari PMI masing - masing yang terdampak bencana alam. Karena kita sudah siap kapanpun diperlukan. Dan bantuan yang diberikan kemarin itu semuanya didistribusikan ke Markas PMI di empat Kabupaten tersebut, karena mereka yang mengetahui siapa saja korban yang memerlukan bantuan juga yang memiliki data korban tersebut," ujar Kepala Markas Drs. Dwi Suyanto, M.Si.


Terkini

Jangan Lewatkan