Pahami Resiko Bencana Sejak Dini

NASIONAL (PMIJawaTimur.com) - Seperti kita maklumi semua Indonesia berada di lingkup ring fire, wilayah yang penuh dengan berbagai bencana baik bencana iklim, cuaca, banjir bencana karena unsur geologi gempa bumi, gunung berapi juga bencana - bencana lainnya. Bencana ini tentu dapat dikurangi dengan cara untuk menjaga lingkungan itu pertama, banjir dan kekeringan dua-duanya itu karena hutan berkurang. Jadi kita harus mengatasi hal itu dengan cara menjaga lingkungan. (26/04/2021)

"Resiko dapat dikurangi dengan pertama oleh masyarakat menjaga lingkungan hidup dan kebersihannya, sehingga banjir bisa berkurang lebih banyak, tentu lewat dengan pengetahuan karena dengan hal pentingnya pelatihan - pelatihan secara bersama yang dilakukan oleh badan dan orientasi yang bergerak di bidang penanganan penanggulangan bencana (BNPB), memang itu tugas utama pemerintah berada di tangan itu.
TNI, POLRI dan juga masyarakat khususnya membutuhkan pengetahuan dan sosialisasi mitigasi oleh kita semua, kedua cara itulah untuk menyelamatkan, baru membutuhkan pelatihan - pelatihan dan informasi, SOP dan petunjuk - petunjuk, "ujar Ketua Umum PMI H.M. Jusuf Kalla.

"Berbeda di Negara maju seperti Jepang, tiap tahun ada latihan - latihan siaga bencana oleh seluruh masyarakat. Tentunya kita patut ikuti semustinya, maka peran kita semua BNPB, PMI dan juga lembaga-lembaga lainnya baik pemerintah dan juga masyarakat untuk bersama-sama bersatu melaksanakan program karena hanyalah dengan kesiapan pemerintah, masyarakat dan kita seluruhnya juga sangat penting ialah peringatan atau suatu hal tentu yang bisa diukur.

Karena itulah BMKG perlu memberikan informasi tentang keadaan cuaca, dan iklim. Oleh karena itu semuanya membutuhkan suatu kesiapan. PMI sudah lama mempunyai program enam jam sampai, harus ada power kebencanaannya sudah sampai tetapi yang paling penting masyarakatnya harus diberikan pengetahuan sehingga siap untuk selamat dari bencana. Oleh karena itu kita harus mengatasi bencana yang sering terjadi tiap tahun memakan korban yang begitu banyak baik jiwa, material dan juga kekhawatiran masyarakat, harapan kita mari kita bersama- sama mengatasi hal tersebut, tambahnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berharap, peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) setiap tanggal 26 April dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan latihan.
Kepala BNPB, Doni Monardo pun mengajak semua pihak di Tanah Air untuk bergabung dan berpartisipasi aktif pada HKB 2021. Apalagi, bencana alam merupakan ancaman nyata kepada setiap individu yang berada di Indonesia.
Lebih dari 1.000 bencana terjadi dengan jumlah korban meninggal dunia mencapai lebih dari 470 jiwa pada awal tahun hingga April 2021. Ancaman bahaya perlu disikapi kemampuan individu yang diasah melalui latihan kebencanaan.
Doni juga berharap setiap individu dapat memahami risiko bencana sehingga ini dapat menumbuhkan budaya sadar bencana.

"Tingkatkan budaya sadar bencana agar kita dapat mengurangi korban jiwa dan kerugian harta benda," lanjutnya.
Pelaksanaan HKB pada tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Hal tersebut disebabkan latihan tahun ini dilakukan di tengah pandemi Covid-19. Namun, ini menjadi momentum dalam melatih setiap individu dengan penerapan protokol kesehatan di saat menghadapi ancaman bencana.

Di sisi lain, HKB dengan tema 'Siap Untuk Selamat' merupakan kesempatan kepada setiap individu, keluarga, komunitas, masyarakat dan institusi untuk berlatih bersama menghadapi ancaman bahaya. Secara khusus, BNPB berharap dalam HKB kali ini masyarakat dan semua pihak memfokuskan pada uji sistem peringatan dini dan latihan evakuasi.


Terkini

Jangan Lewatkan