YPPBS Bantu Ringankan Korban Banjir dan Longsor Tanah Laut Kalsel

TANAH LAUT (PMIJawaTimur.com) - Posko tanggap darurat bencana (TDB) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan kembali menerima bantuan bencana dari Yayasan Pendidikan Prima Swarga Bara (YPPSB) dan PMI Provinsi Kalimantan Timur untuk korban bencana banjir dan tanah longsor, Kamis (20/5/2021).

Kepala Markas PMI Tanah Laut, Ahmad Zahid menjelaskan bantuan berupa Kitchen Kit dari Yayasan Pendidikan Prima Swarga Bara Kalimantan Timur dan PMI Provinsi Kalimantan Timur sebanyak 66 Paket melalui posko TDB PMI Kabupaten Tanah Laut.

"Posko TDB PMI Tala menerima 66 paket Kitchen Kit untuk disalurkan kepada korban bencana banjir dan tanah longsor di kabupaten tanah laut," ucap Achmad Zahid.


"Bantuan ini sangat bermanfaat untuk meringankan beban penderitaan korban bencana banjir dan tanah longsor, setiap korban yang rumahnya mengalami rusak berat akan kita berikan bantuan 1 paket Kitchen Kit yang berisi kompor gas 1 tungku, selang dan regulator, dandang, wajan, teko, bakul nasi, sutil, sendok sayur, sendok makan, 5 piring, 5 gelas, 5 sendok, 5 garpu dan pisau," tambahnya.

"Tentu kami ucapkan terimakasih kepada YPPSB dan PMI Kalimantan Timur atas kepercayaan ini, selain diberikan kitchen Kit akan ditambahkan 1 paket Hygien Kit dari PMI yang berisi, Kaos dalam, Masker I bungkus isi 2, handuk 1, charm 1, wipol 1, pantene 1 Renteng, pepsodent 1 kotak, sabun mandi 3, dan sikat gigi 2, setelah lengkap akan kami di distribusikan kepada warga terdampak sesuai data yang telah dilakukan assesment oleh relawan PMI," ujarnya.

"Sebelumnya," sambung Achmad Zahid, "posko TDB PMI Tala aktif memberikan layanan selama tanggap darurat dan pemulihan hingga saat ini, layanan kesehatan, evakuasi dan ambulan, dapur umum, Distribusi Logistik, suplay Air Bersih, pemasangan Tandon, Pengolahan Air Bersih serta Dukungan Psikososial untuk korban yang tersebar di 9 Kecamatan dan 63 Desa terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 14 Januari 2021, yang mengakibatkan 7 korban meninggal pada saat musibah terjadi," pungkasnya. (*)


Terkini

Jangan Lewatkan