PMI Jatim Sosialisasikan Program Penguatan Rumah Tahan Gempa Berbasis Masyarakat

JAWA TIMUR (PMIJawaTimur.com) - Sebagai upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap risiko dan upaya kesiapsiagaan terhadap bencana gempa bumi, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur melakukan sosialisasi pogram RETROFITTING (Penguatan Rumah Tahan Gempa) yaitu proses modifikasi dari bangunan yang ada sehingga lebih kuat menanggung beban gempa. Tujuan dari program ini adalah melibatkan partsipasi masyarakat dalam meningkatkan pemahaman individu tentang risiko gempa bumi, langkah-langkah mitigasi, dan peraturan bangunan yang relevan di tingkat lingkungan perkotaan, untuk kesiapsiagaan gempa yang lebih baik dan pada fase lanjutan dapat merubah perilaku individu menjadi lebih tanggap bencana.

Program ini juga didukung oleh dua organisasi kemanusian dari Amerika Serikat yaitu: Palang Merah Amerika (American Red Cross) dan Lembaga Penggalangan Dana Sosial (USAID ). Rapat evaluasi dan persiapan teknis program ini dilakukan di Kantor Markas PMI Jawa Timur, Selasa (25/05/2021) dan dihadiri oleh Pengurus Pmi Jawa Timur, PMI Kab Banyuwangi dan perwakilan dari organisasi American Red Cross dan USAID. PMI Jawa Timur juga mengundang stake holder terkait yang menangani bantuan peminjaman dan dukungan pendanaan program Penguatan Rumah Tahan gempa yang dalam hal ini diwakili oleh Bank Jatim.

Dr. Ir. R. Eddy Indrayana Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Jawa Timur mengatakan bahwa untuk tahap awal sosialisasi pelaksanaan program Penguatan Rumah Tahan Gempa Berbasis Masyarakat ini dilakukan di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur tepatnya di Kelurahan Mojopanggung dan Taman Baru.
PMI Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Banyuwangi akan menerjunkan 107 orang pelaksana lapangan terdiri dari 27 orang tenaga Retrofitting agen - (Build Change training) dan 80 orang (Relawan, Tukang Lokal, Tokoh masyarakat, pemerintah) yang sudah mendapatkan pelatihan Retrofitting Pembuatan Model Rumah yang ada dua jenis model yaitu Konvensional (rangka bangunan menggunakan tulangan, slup dll) dan Verosemen (dengan menggunakan kawat anyaman), ke depannya nanti mereka akan melakukan pendampingan dan pelatihan kepada masyarakat melalui pembuatan rumah contoh Retrofitting di Kelurahan masing-masing sejumlah dua unit per Kelurahan dengan total empat rumah, ujarnya.

Dengan adanya ini sangatlah menguntungkan baik bagi pihak perbankan juga masyarakat setempat, namun dalam pengajuan menggunakan rekomendasi dari PMI dalam pengajuan berkas ke bank, namun ini masih menunggu pemerintah dengan pihak perbankan.

Muchrizal Haris Ritonga, DM Manager American Red Cross juga menambahkan bahwa kegiatan ini mendapatkan apresiasi baik dari kedutaaan besar Amerika Serikat di Indonesia. Selain dilaksanakan di Jawa Timur kegiatan Program Penguatan Rumah Tahan Gempa Berbasis Masyarakat ini juga pernah dilakukan di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat tepatnya di Kelurahan Baros pada tanggal 1 Oktober 2020 lalu.


Terkini

Jangan Lewatkan