CR. Rutgers WPF Indonesia, Serukan Pentingnya Kesehatan Remaja Bagi Masa Depan Bangsa

SURABAYA (PMIJawaTimur.com) - Program yang bertujuan mendorong anak perempuan dan perempuan muda terlibat secara aktif dalam proses-proses pencegahan serta pengambilan keputusan terkait praktik-praktik berbahaya bagi kesehatan reproduksi perempuan, seperti sunat perempuan dan perkawinan anak, kekerasan terhadap perempuan dan kehamilan yang tidak diinginkan (Power to You(th) juga memberikan kontribusi bagi terpenuhinya Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi bagi remaja termasuk kelompok-kelompok remaja yang terpinggirkan yaitu remaja perempuan, perempuan muda, disabilitas dan kelompok marginal (RHRN2). Melalui program ini, diharapkan remaja dan orang muda dapat terus menyuarakan hak kesehatan reproduksinya, dapat membuat pilihan-pilihan terbaik bagi masa depannya dan bebas dari praktik berbahaya dalam masyarakat yang adil.

Rutgers ini merupakan program dari Belanda, Program Power to You(th) akan dilaksanakan di tiga provinsi yang ada di Indonesia antara lain, Jawa Barat, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat, sedangkan Right Here Right Now (RHRN2) dilaksanakan di provinsi Sumatera Utara, Jawa Barat dan Jawa Timur. Kedua program ini akan focus kepada penjangkuan remaja dan orang muda dengan rentang 12 - 24 tahun.
"Rutgers Kerjasama dengan PMI Pusat juga PMI Provinsi Jatim sebagai perwakilan dari PMI Provinsi bahwa yang dilibatkan adalah Kementrian, sekolah, dan instansi terkait yang terlibat dengan Kesehatan remaja. Program ini direncanakan untuk lima tahun kedepan dan ini merupakan tahun yang kesatu untuk tahun ini ditujukan pada pemilihan Kabupaten / Kota. Dipilihnya Jawa Timur karena tingkat persoalan kenakalan remaja sangatlah besar, juga dari jumlah populasi penduduk.

CR.Rutgers WPF Indonesia Hastin dengan PMI Hastin Atas Asih ini, mengatakan melalui program ini diharapkan remaja dan orang muda dapat terus menyuarakan hak kesehatan reproduksinya, dapat membuat pilihan - pilihan terbaik bagi masa depannya dan bebas dari paraktik berbahaya dalam masyarakat yang adil. Saat ini Rutgers membuat kebutuhan khusus modul Kesehatan yang dikhususkan untuk remaja yang akan di launchingkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan adanya Kerjasama pemerintah sangatlah memudahkan kita dalam woro-woro/ sosialisasi kesekolah - sekolah, begitu juga dengan PMI yang memiliki PMR sehingga bisa melaksanakan Peer to Peer.".

Acara program ini dibuka oleh Asisten Sekretaris Daerah Dua Provinsi Jawa Timur, pada tanggal 2 Juni 2021 bertempat di Surabaya. Asisten Sekretaris Daerah Dr.Ado Taha Dalam sambutannya, menyampaikan," menyambut baik bagaimana nanti untuk remaja kita yang akhirnya pasti akan mempunyai keluarga dan rumah tangga yang nantinya adanya keturunan baru, jadi di tahun 2045 penduduknya sangat luar biasa yang saat ini hampir 275 juta. Kalau kita hitung berarti 30 persen nantinya akan berkeluarga. Ada dinas terkait sangatlah penting antara lain dinas Pendidikan, BP3K juga dari sektor-sektor yang lain juga ada keterlibatan. Oleh karena itulah di tahun 2045 justru aksi seperti inilah jika dilakukan dengan baik maka bonus demografis inilah yang kita dapatkan generasi muda yang berkualitas dan bermutu. Memang kalau kita lihat di kota - kota besar status sosial, pemilihan keluarga juga bagus tidak akan ada bercerai, narkoba, pelecehan, yang ini perlu kita bicarakan. Dimana pemetaan tentunya hal - hal anak - anak yang menjadi Garapan ini merupakan perilaku, yang kita lihat di televisi itu saja perilaku kebut-kebutan, balapan liar. Padahal semakin banyak seperti itu yang merupakan tanggung jawab kita memberikan sosialisasi dulu sebelum dari Rutgers ini memberikan penyegaran rekonlusi yang baik. Kita lebih dahulu memberikan penyegaran meluruskan perilaku - perilaku yang baik yang telah disampaikan oleh ibu Hastin ini, jika kita tidak mendapatkan generasi - generasi yang bagus ini sangatlah eman. Masih ada kesempatan kita memangku tugas guna ikut memperbaiki tugas untuk generasi kita tahun 2045 sangatlah luar biasa. Kedua, disampaikan oleh Sekretaris dari Lembaga Belanda kalau ini benar - benar terlaksana disitulah nanti peran dari pemerintah pusat, ke provinsi kemudian perwakilan PMI sebagai fasilitator dan lain - lain ini yang perlukita tata bagaimana konsep menjalankan manajemen yang tepat bantuan program dari Belanda jangan sampai mengecewakan mereka karena kalau outputnya tidak bagus mereka lebih kecewa. Makanya biasanya ada tim dari pusat dulu turun ke masing - masing provinsi mengevaluasi namun jika kita pemetaannya tidak bagus maka kita tidak akan mendapatkan bantuan lagi. Tapi kalau kita mempresentasikan mempublikasikan pemberi bantuan ini nanti yang sebenarnya itu fakta melalui data akan kelihatan, disitulah mereka bisa membaca. Oh disitulah Jawa Timur tepat untuk dibantu, dan permasalah memang riil, bantuan yang cepat dan bagus berdasarkan data terpercaya insya Allah akan mendapatkan bantuan lagi untuk seluruh masyarakat Indonesia khususnya Jawa Timur. Sekali lagi menyampaikan terima kasih dan menyampaikan ke Gubernur.

Kalau ada upaya yang baik untuk membangun generasi kita kedepan khususnya di Jawa Timur, jadi karena ini untuk PMI saja memfasilitasi namun dinas - dinas, instansi - instansi terkait juga memfasilitasi membantu untuk terlaksananya, misalnya remaja SMK berapa di Jawa Timur jumlahnya pasti ribuan, begitu juga BP3K atau di masyarakat umum kita bisa meregenerasikan itu dan kita bersinergi provinsi Bersama - sama dengan OPD kita akan lancer melaksanakan program ini.

Kalau kita berpikir masalah penduduk maka malah salah karena terjadi penambahan penduduk korban demografis. Kita harapannya dengan penambahan penduduk ini adanya bonus demografis. Manakala manajemen kita dalam bidang Kesehatan reproduksi anak salah maka yang terjadi adalah korban demografis. Oleh karenanya kita harapannya membuat,mengelola manajemen yang baik. Ini dapat dipengaruhi dua hal yang pertama dari cara bagaimana kita memelihara Kesehatan kita dan bagaimana kita memelihara sikap dan perilaku. Yang bermasalah sikap dan perilaku maka harus dilakukan melalui pendekatan baik itu secara introvensi atau bagaimana yang jelas mereka harus menjadi obyek. Yang jelas jika ada obyek kita dapat membangun membentuk subyek. Terima kasih Rutgers yang mengarahkan bantuan ini termasuk ke Jawa Timur, kita sadar betul bahwa Ketika membangun reproduksi yang bagus ini akan melibatkan satuan kerja, organisasi karena mereka berada di ranah masyarakat atau di ranah sekolah/Pendidikan. Jika ini di ranah Pendidikan ini merupakan menjadi tugas dari satuan tenaga kerja Pendidikan. Oleh karenanya Jawa timur PMI utamanya mendapatkan tugas bagaimana bisa terlibat bareng - bareng membangun komitmen ritme yang menciptakan reproduksi yang bagus. Yaitu satuan kerja ataupun organisasi yang terlibat langsung khususnya Sekda yang menyambut baik bantuan ini dan diharapkan benar - benar dimanfaatkan, ujar Sekretaris PMI Provinsi Jawa Timur Dr. Edi Purwinarto, M. SI


Terkini

Jangan Lewatkan