PMI Jawa Timur Cetak Relawan Kompeten Melalui Berbagai Pelatihan

JAWA TIMUR (PMIJawaTimur.com) - Dalam menyiapkan Fasilitator PMR yang handal, meningkatkan kompetensi Fasilitator PMR yang telah dimiliki oleh PMI Kabupaten / Kota se Jawa Timur, dan mengevaluasi pembinaan PMR di unit - unit sekolah di Jawa Timur.

Kegiatan yang juga berdasarkan Renstra PMI 2019-2021, Renstra PMI Provinsi Jawa TImur 2020-2025 dan Program Kerja Sub BIdang Pengembangan SDM, PMR dan Relawan PMI Provinsi Jawa TImur.PMI Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan Fasilitator PMR (TOF) secara daring pada tanggal 31 Mei s/d 12 Juni 2021 ini, mendapatkan respon positif dari PMI Kabupaten / Kota.

Ketua PMI Provinsi Jawa Timur H. Imam Utomo S. saat membuka pelatihan fasilitator PMI yang diikuti staf dan sukarelawan PMI Kabupaten/kota se-Jatim mengatakan melalui kegiatan ini dapat memperdalam pengetahuan yang sudah dimiliki peserta selamaini.

"Kegiatan ini juga dapat meningkatkan kepercayaan diri dalam melakukan pembinaan dan memfasilitasi anggota PMI. Sehingga secara otomatis dapat meningkatkan jumlah relawan muda yang terlatih di masa yang akan datang," ujar mantan Gubernur Jawa Timurduaperiodetersebut.

Menurutnya, pelatihan ini mengacu pada standarisasi pelatihan yang ditetapkan Pusdiklat PMI Pusat. Harapannya hasil yang diperoleh mendapat pengakuan dan penghargaan, tidak hanya dari PMI saja, tetapi juga diakui oleh lembaga sertifikasi profesi badan nasional sertifikasi profesi/LSP BNSP yang ditunjuk pemerintah sebagai standarisasi pelaku profesi di Indonesia.

"Kami berharap ke depan alumni pelatihan ini dapat menyebarluaskan hasil yang diperoleh selama pelatihan di PMI Kabupaten/Kota masing-masing. Kami juga berharap saudara yang telah menandatangani surat pernyataan kesediaan dan kesanggupan untuk mengikuti pelatihan ini sampai selesai, bersedia dimobilisasi sewaktu-waktu. Dan, pengingat kita semua untuk selalu berkarya demi kemanusiaan," pintanya.

Pada kesempatan itu, Dia juga mengingatkan untuk meningkatkan kedisiplinan dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Dimana pun, kapanpun serta turut serta sebagai agen perubahan dalam menghadapi masa new normal saat ini.

"Pelatihan ini dikatakan efektif dan tidak tergantung dari pemahaman masing - masing peserta dimana dalam pelatihan daring dimana tentunya dituntut peserta melakukan eksplorasi secara mandiri dan dengan adanya waktu yang ada maka peserta di tuntut juga untuk selalu bisa berkreasi dan bereksplorasi dengan tujuan hasil yang diharapkan tercapai, jika dikatakan berhasil atau tidak itu relative karena memang ini adalah kegiatan bergelombang dimasing - masing gelombang hasilnya berbeda termasuk juga dari skala inputnya mereka dimana ada yang dari keguruan, mahasiswa umum tentu saja pola tangkap dalam menyerap materi sangatlah berbeda.


Dalam kegiatan ini criteria yang mau dan bersedia baik dari relawan PMI KSR maupun TSR Pembina PMR yang ingin terjun membina, melatih dan memfasilitasi kegiatan PMR. Makanya kegiatan ini cukup besar karena sejalan dengan keinginan Ibu Gubernur saat musyawarah provinsi dan pelantikan pengurus PMI 2021-2025 dimana remaja - remaja di Jawa TImur punya aktifitas lebih salah satunya melalui PMR, oleh sebab itu kita wajib menyiapkan fasilitator yang handal. Apalagi di dukung adanya review manajemen PMR ini yang mendorong kami segera melakukan TOF sebelum kegiatan ini review itu dijalankan atau kebijakan baru terkait manajemen PMR dijalankan paling tidak teman - teman memiliki basic atau gambaran itu seperti apa, ujar Hamidan Kepala Sub bidang SDM dan Relawan PMI Provinsi Jawa Timur.

Selain Pelatihan ini PMI Provinsi juga mengadakan berbagai pelatihan antara lain Pelatihan Tanggap Darurat bencana, Manajemen Posko, Pertolongan Pertama tingkat Mahir, dan Pelatihan Pelatih General serta Pelatihan Boca di tahun ini, tambahnya.


Terkini

Jangan Lewatkan